
Malam pertama pelaksanaan sholat Tarawih di Masjid Cut Meutia, Jakarta Pusat, berlangsung penuh khidmat dan semarak. Ribuan jamaah memadati area dalam hingga pelataran masjid untuk menunaikan ibadah di awal bulan Ramadan. Sejak selepas Magrib, arus kedatangan jamaah sudah terlihat mengalir dari berbagai penjuru ibu kota.
Masjid yang dikenal sebagai salah satu ikon bersejarah di Jakarta itu tampak bersinar di bawah cahaya lampu malam. Suasana religius begitu terasa ketika lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema dari dalam ruang utama. Jamaah yang datang tidak hanya berasal dari wilayah Jakarta Pusat, tetapi juga dari daerah penyangga seperti Jakarta Timur, Jakarta Selatan, hingga Bekasi.
Petugas keamanan dan relawan masjid tampak sigap mengatur arus masuk jamaah. Area parkir yang terbatas membuat sebagian kendaraan terpaksa diparkir di sisi jalan sekitar masjid. Meski demikian, kondisi tetap tertib dan kondusif. Aparat setempat juga terlihat berjaga untuk memastikan kelancaran lalu lintas.
Di dalam masjid, saf-saf sholat terisi penuh hingga ke bagian teras. Beberapa jamaah bahkan menggelar sajadah di halaman luar demi tetap bisa mengikuti Tarawih berjamaah. Udara malam yang cukup sejuk menambah kekhusyukan ibadah.
Imam Tarawih dalam tausiyah singkatnya mengajak jamaah untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri dan memperkuat ukhuwah Islamiyah. Pesan tentang pentingnya menjaga persatuan dan meningkatkan kepedulian sosial menjadi penekanan utama dalam ceramah malam itu.
Salah seorang jamaah, Ahmad (34), mengaku sengaja datang lebih awal agar mendapat tempat di dalam masjid. Ia merasa suasana Tarawih pertama selalu memiliki nuansa yang berbeda. “Ada rasa haru dan semangat baru setiap awal Ramadan. Rasanya lebih lengkap kalau bisa Tarawih di sini,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Siti (28), warga Tanah Abang, yang datang bersama keluarganya. Ia mengatakan suasana kebersamaan terasa sangat kuat. “Ramadan selalu jadi momen yang ditunggu. Tarawih pertama seperti tanda bahwa bulan penuh berkah benar-benar sudah dimulai,” katanya.
Pihak pengelola masjid sebelumnya telah melakukan berbagai persiapan, mulai dari pembersihan area, penataan sound system, hingga penambahan kipas angin untuk kenyamanan jamaah. Protokol kebersihan juga tetap dijaga dengan menyediakan tempat wudhu tambahan dan fasilitas sanitasi yang memadai.
Sholat Tarawih malam itu berlangsung dengan tertib hingga selesai. Seusai doa penutup, sebagian jamaah tampak tidak langsung beranjak pulang. Mereka memilih duduk sejenak untuk berzikir atau bersalaman dengan sesama jamaah, mempererat silaturahmi yang menjadi ciri khas Ramadan.
Antusiasme tinggi di malam pertama ini menjadi gambaran semangat umat Islam dalam menyambut bulan suci. Masjid Cut Meutia kembali menjadi saksi kebersamaan dan kekhidmatan warga Jakarta dalam menjalankan ibadah Tarawih, membuka lembaran Ramadan dengan penuh harapan dan doa.














